Tuesday, June 14, 2011

the Angel

Dia memainkan melodi piano yang sangat indah dan membuat hatiku tergetar.
Harmoni yang tak bisa aku definisikan , yang membuat hatiku nyaman tentram dan damai.
Dia sangat menikmatinya seperti menyatu dengan melodi itu sendiri.
Begitu indah, begitu anggun, begitu luar biasa.
Apalagi untuk orang awam sepertiku yang tak mengerti apa-apa tentang musik
Tapi melodinya telah membawaku menuju khayalan tanpa batas tentang indahnya kehidupanku
Melupakan pahitnya kejamnya hidup yang aku alami sekarang.
Menuju dunia impian kebahagiaan yang tiada habisnya.
Dunia yang damai tanpa ada kekerasan kebencian kemunafikan kesombongan yang memuakkan
Yang membuat dunia ini semakin panas kehilangan hijaunya
Namun apa yang terjadi dengan apa yang aku inginkan bagaikan langit dan bumi yang hampir tidak mungkin menyatu
Aku mungkin adalah manusia paling pesimis yang pernah hadir dimuka bumi ini,aku..
Yang hanya percaya pada kenyataan . yang tidak percaya akan sesuatu Yang Tak Terukur. Yang kesemuanya hanya berpatokan pada apa yang mungkin , apa yang bisa dalam hitungan matematika ku sebagai seorang makhluk yang sempurna sekaligus tak sempurna.
tak seperti dia disana yang hidupnya dikelilingi mimpi-mimpi. Yang bagi Sembilan puluh Sembilan per seratus orang dimuka bumi ini tidak mungkin adanya. Yang selalu menggantungkan mimpi-mimpinya di sana dilangit luas tanpa batas. Yang tidak takut terjatuh. Dia yang mempunyai mata yang indah , mata yang percaya akan ketidakmungkinan mata yang percaya akan keajaiban. Senyumnya yang seakan membuat dunia yang busuk ini menjadi begitu indah. Senyumnya yang selalu membuat orang lain tersenyum.
Tuhan, kau mendengar apa isi hatiku apa yang aku rasakan , aku ingin menikmati dunianya, aku ingin mata itu senyum itu .. untukku.
Dia terlalu jauh untuk ku kejar terlalu tinggi untuk ku raih terlalu tidak mungkin untuk kugapai terlalu indah untukku
Tuhan, Kau pasti sudah bosan dengan ucapan-ucapan makhluk hidup yang mati sepertiku. Tapi aku tahu Kau tak akan berhenti mendengar ocehanku
Melodi itu telah berakhir diiringi tepukan banyak orang, membawaku kembali ke dunia yang memuakkan ini. Ingin rasanya aku mendengarkan dia memainkannya setiap detik dalam kehidupanku.
Tenaga ku seakan terisi kembali seperti battere handphone yang baru saja di charge
Hanya dengan mendengarkan nya memainkannya dunianya.
Entah sejak kapan dia memainkan melodi dihatiku
Entah sejak kapan aku mulai mencintainya, mencintai makhlukMu yang begitu indah itu, meskipun aku tahu Kau satumilyar kali lebih Indah dari dia tapi biarkan aku menikmatinya biarkan aku merasakan kesegaran yang telah lama aku nanti mengalir di aliran darahku
Biarkan aku bernapas biarkan aku tenggelam dalam kesederhanaan ini, yang belum pernah aku temukan.
Meskipun aku tahu hanya Kau dan hatiku yang tahu.
Itu semua lebih dari cukup.
Kehadirannya kehadiranMu dan melodi indah yang mengalun di hatiku, Semuanya lebih dari cukup untukku, tanpa aku harus menggenggamnya.

Aku beranjak dari kursi yang ku duduki , setapak demi setapak meninggalkan surga ku menuju ke neraka yang sudah menantiku disana. Selamat tinggal malaikatku…

No comments:

Post a Comment