Sebuah kisah kecil saat saya masih SMP
Sering disetiap berangkat sekolah saya lumayan sering bertemu seorang bapak-bapak yang menurut saya sudah sepuh (mungkin 50 keatas) menaiki sepeda tuanya. Beliau adalah penjual susu keliling. Saya salut sekaligus kasihan terhadap bapak itu. Di usianya yang seharusnya duduk dirumah sambil menikmati uang pensiunnya sembari melihat perjalanan hidup anak-anaknya, beliau masih harus bangun subuh-subuh untuk menjual susu setiap hari mengayuh sepeda untuk menjual susu susunya. Selama ini saya hanya mengamati dan membatinnya dalam hati. (nggak mungkin saya tiba-tiba nyetop nggak jelas. Dikira mau ngapa2in lagi..)hhehehe..
Lalu fenomena seorang kakek2 yang sudah renta juga pernah saya lihat (dan sekali lagi saya hanya bisa melihat dan membatin dan mendoakan )
Selain pengemis ada juga pekerjaan macam penjual mainan, penyapu jalanan, pemulung, tukang sampah, tukang becak .
Selain kakek2 atau nenek, ada pula anak kecil remaja om om tante2 ibu ibu bapak bapak yang mempunyai jalan hidup seperti tersebut dalam fenomena 1.
Melihat fenomena alam tersebut terlintas dipikiran saya, ‘apa mereka tidak punya anak kerabat saudara yang membantu penghidupan mereka?atau mungkin kerabat saudara anak mereka juga susah??’
Jawaban yang paling logis = yang tahu hanya Tangan Yang Menulis Takdir
Disatu sisi para bapak-bapak DPR yang terhormat sibuk mengisi perut mereka yang sudah buncit. Melihat negara ini dipegang mereka mereka yang hanya memntingkan isi perut mereka ketimbang rakyat-rakyat mereka yang untuk makan seharihari saja sudah sulit.
Minta naik gaji, fasilitas ditambah, renovasi rumah, renovasi gedung, mobil baru, leptop baru tidak diimbangi dengan kinerja mereka yang “baik” (read : very bad) mpe naudzubillah.
Sekali lagi saya hanya bisa melihat, mbatin dan mendoakan…
*tidak untuk ditiru*
Pernah saya berpikir, “Tuhan tidak adil” mengapa Dia memberikan hidup yang berat kepada seseorang dan dilain pihak memberikan kemudahan untuk berbuat “keterlaluan” seperti di fenomena 2 itu.
dan jawaban itu saya temukan dalam diri saya sendiri.
Tuhan itu Maha Adil. Itu sudah PASTI dan tidak perlu diragukan. Manusia dengan segala keterbatasannya tidak tahu (mungkin saja dulu bapak-bapak itu melewatkan masa mudanya dengan ke sia sia an..hmmm sapa yang tahu kalau bukan Tuhan? Allahualam..)
Dan yang pasti masing-masing manusia sudah mempunyai "jalan" takdirnya masing2 dan manusia mmpunyai kebebasan penuh
memilih jalan takdir nya
We create our life
Kalau Tuhan hanya membatasi diriNya dengan halhal yang baik berarti Dia tidak Maha Kuasa, karena Tuhan Maha Kuasa , Dial ah yang menguasai semua yang baik maupun buruk.
Di Asmaul Husna juga disebutkan Al Muntaqim (Maha Penyiksa), Ad Darr (Maha Pemberi Derita)
*menurut saya = baik dan buruk itu relative (hukum nya Einstein muncul lagi) itu tergantung persepsi masing2 manusia (kembali lagi persepsi )
#(Kebaikan yang baik dan Keburukan yang buruk) yang mutlak hanya milik Tuhan.
Q.S AL Baqarah / 2 : 30 “Sungguh Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”
Itu sudah cukup jadi jawaban, jadi (menurut saya) saya alangkah baiknya sebagai manusia tidak usah sotoy menjudge sesuatu baik buruk (sekali lagi persepsi, itu menurut anda)..hhehehe..
Prinsip siapa yang menanam dialah yang mengunduh berlaku disini. Jadi BERSYUKUR menjadi hal yang sangat penting disini. Mereka (anak anak muda itu) yang tidak bisa sekolah. Yang setiap hari harus bekerja demi sesuap nasi, menghidupi keluarganya. Ada pula yang tiap pulang sekolah mereka harus bekerja demi membayar biaya sekolah. Hal seperti ini sudah menjadi hal yang tidak asing di negeri ini.
Alangkah baiknya bagi kita yang diberi kenikmatan lebih disbanding “mereka” memanfaatkannya kesempatan ini dengan baik, mereka saja yang sebegitu beratnya beban hidupnya masih semangat sekolah , mengapa “kita” yang udah diberi kelonggaran sebegini longgarnya masih malas-malasan?
Sering mengeluh terhadap hal2 yang terjadi dalam hidup saya. *tidak untuk ditiru*
(untuk paragraph diatas = nasehat untuk diri saya sendiri..hhehehhehe..kalau ada yang jual obat ANTI MALAS, saya bakal borong tuh OBATNYA,,saya sangat mmbutuhkannya saat ini)
*curcol = pada gejala penyakit malas saya ada “sesuatu” yang mmbangkitkan virus malas sehingga menyebabkan banyak waktu terbuang sia sia. “sesuatu” itu membuat saya kecanduan untuk terus melakukannya. Yah semacam narkoba gitu deh. Saya butuh “sesuatu” yang lain untuk jadi anti virus “sesuatu” itu. Tapi saya tidak tahu “sesuatu” dan “sesuatu” yang lain itu apa?sehingga saya mnyebutnya “sesuatu”.hhehehehehe
Dan penyakit “mengeluh” itu juga sama berbahayanya. Ada hal (yang menurut persepsi saya : buruk) keluhan itu terlontar, lelah sedikitmuncul keluhan kedua, berita (yang menurut persepsi saya : buruk) keluhan ketiga terucap. Entah sehari saya mengeluh berapa kali. Mungkin kalo ditulis udah jadi buku kali ya,
Dan saya sadari “mengeluh” itu tidak menyelesaikan masalah dan tidak mengubah keadaan!!! Tapi penyakit satu ini juga menyebabkan sensasi kenikmatan dalam diri = yang sebenarnya berdampak buruk bagi kesehatan perasaan,,hahaha..*sulit menghilangkan pnyakit satu ini (setali tiga uang dengan malas)!
#kalau ada yang punya solusi (selain untuk tidak mengecewakan orang2 yang kita sayangi) silakan komen.hhehe J)
Sebagai seorang generasi muda pengubah dunia (hhehehe) , ayo kita ubah bangsa kita ini agar menjadi lebih baik. Tentunya diawali dengan “merubah” diri sendiri..dari hal2 yang sederhana ( contoh nya : menghilangkan malas..hhahahahha *saya sendiri belum bisa)hhehe
Menurut buku yang belum selesai saya baca :
“Life is not happening to you, Life is responding to you”
“Whatever you give out in life, must return to you. It is the physics and the mathematics of the universe”
Sesuai pepatah diatas apa yang kau berikan dalam hidupmu itulah yang akan kau terima prinsip tanam unduh..hhehehe
kalau suka mengeluh berprasangka buruk = pada akhirnya kembali lagi pada diri kita sendiri dalam bentuk yang berbeda (missal keadaan yang buruk) , semua itu berawal dari perasaan kita.
Sama dengan prinsip mbah Newton Aksi reaksi..
Jadi daripada menebar keluhan2 yang bersifat negative, omongan2 negative dan perasaan2 negative alangkah baiknya kita menebar kebahagiaan selalu berperasaan bahagia dalam keadaan apapun!!
Ini juga rumus UMUM kehidupan :
Pada TEORInya mudah dikatakan mudah dibuat mudah ditulis pada PRAKTIKnya yah banyak sekali faktor X yang mempengaruhi. Tapi bukan berarti TIDAK MUNGKIN (tapi sulit tetep aja sulit..hhehehehe)
Semangat untuk hidup yang lebih baik!!!Keep ur dreams ALIVE!!!
Salam Super Keren..hhehehe
*maaf jika ada kata2 yang tidak berkenan atau banyak terselip kata2 nggak jelas bin nggak penting…*
Bersambung.. (mpe season 8 nyaingin Cinta Fitri,,hhahahhaha)